KOMUNITAS : HOUSE OF STRAY, Menyelamatkan Anjing Terlantar Dan Mencarikan Adopter.


Berangkat dari kepeduliannya terhadap nasib hidup anjing di Jakarta, Vidia Vicia Schulz kemudian melahirkan sebuah komunitas bernama House of Stray pada 1 September 2012 lalu. Perempuan berdarah campuran Indonesia-Jerman ini mengaku menemukan panggilan hidupnya di dunia penyelamatan anjing. Tak heran jika dirinya tidak pernah ragu untuk turun tangan menyelamatkan anjing, bahkan hingga ke selokan. Setiap anjing yang berhasil diselamatkan ia rawat sepenuh hati hingga sehat dan siap dicarikan keluarga yang ingin memberikan kasih sayang.

Tahun 2006 menjadi awal Vidia memasuki dunia penyelamatan anjing. Sejak itu pula dirinya semakin serius menekuni kegiatan ini. Anjing yang ia selamatkan bukan hanya yang menjadi korban kekerasan atau terlantar. Sudah beberapa kali Vidia dan tim House of Stray aktif dalam membantu proses evakuasi anjing yang rumah pemiliknya terendam banjir. Seringnya, ketika terjadi musibah atau bencana alam, yang diutamakan untuk diselamatkan memang manusia. Setelah manusianya aman, barulah tim House of Stray terjun menyelamatkan satwa. Karena ketika musibah terjadi, anjing-anjing peliharaan ini sering ditinggal oleh pemiliknya. Sementara tidak semua anjing itu bisa menyelamatkan diri untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Ada sebagian yang harus terendam di dalam kandang.


Selama menjalani kegiatan ini, sudah banyak suka dan duka yang Vidia alami. Sukanya pasti ketika melihat ada anjing di penampungan House of Stray yang teradopsi. Dukanya, sejak House of Stray berdiri, baru sekiar 20an ekor anjing yang teradopsi. Sementara total anjing yang sudah diselamatkan, Vidia mengaku lupa. Namun, saat ini di penampungannya masih ada sekitar 90an ekor anjing yang menanti adopter. Sedikit demi sedikit, Vidia mencoba mengubah nasib satwa terlantar di Jakarta dan sekitarnya. Ia juga berharap semakin banyak anggota masyarakat yang peduli akan nasib satwa domestik yang terlantar sehingga dapat mengubah hidup satwa domestik yang terlantar itu, khususnya anjing.


Vidia menjelaskan, tidak semua anjing yang terlantar itu jenis lokal. Ada juga anjing ras yang ia selamatkan dari jalan. Mungkin saja, ketika kecil anjing itu dibeli dengan harga mahal, namun kemudian dibuang ketika sudah sakit atau tua. Selain menyebar luaskan pentingnya sterilisasi atau kastasi pada satwa peliharaan, melalui House of Stray, Vidia kerap menyarankan agar para pemilik satwa menjaga komitmen terhadap satwa peliharaannya. Ketika memutuskan memiliki satwa peliharaan, mereka harus komitmen memelihara dengan benar dan sampai akhir. Jangan dibuang ketika mereka sakit atau tua. Karena anjing juga mahluk hidup yang punya perasaan.

Komentar